Beberapa tahun yang lalu saya membeli sebuah buku di toko Gramedia kota Sleman Yogyakarta. Buku tersebut berupa novel berjudul Dua Sahara: Romansa Giza hingga Thursina. Dari judulnya saja saya bisa menangkap informasi kalau novel tersebut berkaitan dengan Mesir. Penulisnya bernama Owen Putra, mungkin seorang novelis baru yang belum dikenal luas.
Tulisan ini bukan resensi yang saya susun atas novel tersebut. Saya hanya ingin mencoba menelurkan apa yang saya dapat dari novel tersebut dan menggambarkan isi cerita secara garis besar. Mengapa saya bilang recommended buat para calon azhari (mahasiswa Al-Azhar Mesir)? Karena saya sendiri mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru tentang Mesir dan Al-Azhar dari buku tersebut sebelum berangkat ke Mesir dulu, dan sebelum menjadi mahasiswa Al-Azhar.
Novel Dua Sahara: Romansa Giza hingga Thursina bukanlah sebuah novel fiksi tapi kisah nyata petualangan sang penulis selama mengasingkan diri di Mesir. Inilah salah satu faktor yang membuat saya suka terhadap novel ini karena benar-benar menggambarkan realitas kehidupan Mesir dan masyarakatnya dengan gambaran yang sangat objektif. Novel ini mengajak pembaca untuk menjelajahi semua lika-liku kehidupan Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir) yang tentu saja berdasarkan pengalaman pribadi penulis.
Di awal bab penulis membuka kisah perjalanannya dengan setting Bandara Internasional Abu Dhabi yang mana merupakan tempat transit pesawat yang membawanya ke Mesir. Bagian awal novel ini menceritakan awal kisah penulis ketika berangkat ke Mesir pertama kalinya. Bagaimana kesan pertama saat tiba di Mesir, segala macam cekcok waktu di bandara, pengalaman bertemu dengan seorang TKW di Abu Dhabi dan hal-hal seputar ke-Mesir-an yang bagi penulis, waktu itu, masih terkesan asing.
Di bab-bab selanjutnya kita akan menemukan cerita pengalaman penulis dari sisi traveler-nya seperti jalan-jalan ke piramida, sungai Nil, bukit Sinai dan beberapa tempat terkenal di Mesir lainnya (khususnya Cairo). Dengan disisipkan beberapa teks interaksi dengan penduduk lokal. Pokoknya membaca novel ini secara tidak langsung memberikan kita sedikit ilmu bagaimana cara berinteraksi dengan orang Mesir, cara cepat beradaptasi dengan penduduk lokal dan juga menambah wawasan bahasa amiyah. Menariknya penulis menyisipkan foto-foto dokumentasi milik pribadi di dalamnya sehingga gambaran objektif tentang Mesir benar-benar terasa.
‘Ala kulli hal, novel ini saya sarankan kepada kalian para calon azhari sebagai sedikit bekal sebelum terbang ke Mesir. In syaa Allah tidak akan ada yang sia-sia ketika kalian membaca novel ini. Bahkan tidak hanya buat calon mahasiswa Al-Azhar, novel ini saya sarankan juga buat kalian yang hobi traveling dan berencana mengunjungi Mesir untuk waktu yang lama. Akhirul kalam, semoga tulisan ini bermanfaat.
Sedikit informasi tentang buku:
Judul : Dua Sahara: Romansa Giza hingga Thursina
Penulis : Owen Putra
Penerbit : Kalil (Imprint PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta)

Komentar
Posting Komentar