Filsafat Umum | Asal-usul, Fungsi dan Harmonisasi-nya dengan Ilmu

Dinamisme filsafat membuat orang berpikir lebih ke dalam, kritis dan mau mencari solusi dari setiap masalah


Sejak dulu sampai zaman kontemporer ini pembahasan tentang filsafat tidak ada habisnya. Ibarat jari kuku yang sudah habis dipotong, selalu saja muncul lagi topik, pemikiran dan kajian baru. Tidak hanya pembaruan pemikiran saja, kadang kala mengkritik dan menyalahkan pemikiran satu sama lain merupakan hal biasa. Dinamisme filsafat membuat orang berpikir lebih ke dalam, kritis dan mau mencari solusi dari setiap masalah.
Dalam Islam sendiri filsafat mendapat perhatian sebagian ilmuwan muslim. Topik kajian filsafat pertama kali dicetuskan ilmuwan muslim oleh Al-Kindi (801-873 M) yang hidup pada masa Dinasti Abbasiyah. Beliau dikenal sebagai filsuf pertama di kalangan muslim. Selain Al-Kindi, ilmuwan muslim yang dianggap sebagai ‘bapak’ filsafat adalah Al-Farabi, Ibnu Sina, Imam Al-Ghazali, Ibnu Rusydi dan masih banyak lagi.
Lalu sebenarnya apa itu filsafat? Secara realistis bisa dikatakan bahwa tidak pernah ada definisi yang paling menyeluruh dan universal tentang filsafat. Hal ini terutama disebabkan adanya perbedaan pokok-pokok pembahasan dan metodologi pembahasan filsafat antar zaman dan golongan. Namun hal ini bukan poin utama yang akan saya bahas. Di sini saya akan lebih mengupas masalah filsafat dari sisi asal-usul, fungsi dan harmonisasinya dengan ilmu dan agama (khususnya agama Islam).

ASAL-USUL FILSAFAT

Dalam kajian modern ini para filsuf dan ilmuwan berbeda pendapat dalam hal asal-usul kemunculan filsafat. Namun secara garis besar terdapat dua golongan pendapat:
1. Golongan pertama mengatakan bahwa filsafat lahir di negri Yunani kuno. Aristoteles dianggap sebagai orang pertama yang berbicara tentang filsafat. Adapun benih-benih filsafat tumbuh di tangan Thales Of Miletus (624-546 SM). Pendapat ini adalah yang paling umum diyakini mayoritas orang sekarang.
Berikut beberapa alasan utama mereka terhadap pendapatnya:
a. Kata ‘filsafat’ sendiri (philosophia) aslinya adalah bahasa Yunani. Tersusun dari philia yang berarti persahabatan/cinta dan sophia yang berarti kebijaksanaan.
b. Filsuf pertama di dunia adalah Thales Of Melitus yang mana ia sendiri merupakan orang Yunani dan berbicara bahasa Yunani.
c. Orang Yunani merupakan orang-orang pertama yang memandang ‘eksistensi’ (wujud) dengan pandangan yang universal.
d. Orang Yunani adalah orang-orang pertama yang meyakini kebebasan berpikir untuk setiap orang.

2. Golongan kedua mengatakan bahwa filsafat berasal dari negri-negri timur kuno. Filsafat telah lama eksis jauh sebelum di Yunani. Filsafat lahir diantaranya di negri India, Persia dan Mesir kuno. Alasan utamanya karena tidak mungkin kehidupan manusia baik pada zaman dahulu kala maupun pada zaman sekarang berlalu tanpa 'campur tangan' filsafat di dalamnya. Jadi filsafat tidak hanya eksis sejak zaman Yunani kuno saja namun jauh sebelum itu juga orang-orang sudah mengenal filsafat.
Berikut beberapa alasan yang mereka berikan:
a. Penelitian-penelitian ilmiah modern terhadap bukti-bukti dan data-data sejarah yang berkaitan dengan pemikiran dan keruhanian di timur telah menemukan adanya unsur filsafat dalam naskah mereka (seperti keseimbangan universal, persatuan, ketuhanan). Salah satu bukti dan data tersebut tertulis dalam Naskah-Naskah Piramida (نصوص الأهرام) yang tersimpan di situs pemakaman Mesir Kuno di Sakkara (سقارة) Mesir.
b. Banyak dari filsuf-filsuf Yunani seperti Thales, Phytagoras dan Democritus yang dulunya pernah menjejaki negri timur kuno dimana mereka berbaur dengan kebudayaan dan tradisi setempat. Dan ini memungkinkan adanya pengaruh komunitas setempat terhadap pemikiran mereka.
c. Para peneliti mengatakan bahwa pemikiran filosofi Yunani tidak mungkin semuanya bersifat murni hasil dari pemikiran mereka sendiri. Tetapi merupakan pemikiran serapan karena mengandung beberapa karakteristik pemikiran timur.

Dari sini kita dapat mengambil sebuah hipotesis: Pembahasan pemikiran yang independen yang berdiri di atas dasar analisis, definisi, bukti dan akal mungkin, dalam makna sempit, berasal dari Yunani. Tapi ini tidak berarti bahwa filsafat Yunani dengan semua cabangnya adalah filsafat yang murni dan asli berasal dari pemikiran mereka. Dengan kata lain semua pembahasan dan metodologi filsafat mungkin baru tersusun dan terbentuk secara sempurna pada orang-orang Yunani. Wallahu a’lam.

FUNGSI FILSAFAT DALAM KEHIDUPAN

Setiap hal pasti memiliki kegunaan atau manfaat bahkan jika hal tersebut dipandang buruk oleh manusia. Termasuk filsafat. Diantara fungsi filsafat adalah sebagai berikut:
1. Filsafat menampung semua pemikiran-pemikiran yang dihasilkan baik dari eksperimen maupun kritisisme. Hingga kita bisa yakin atas kebenaran dari pemikiran-pemikiran tersebut.
2. Filsafat mencoba untuk menuangkan analisis pemikiran secara mendalam. Hal ini direpresentasikan dalam dua aspek yaitu aspek kehidupan dan keilmuan.
3. Filsafat berusaha mewujudkan wahana yang menampung semua pengetahuan dan menunjukkan gambaran universal terhadap alam.
4. Sejak kemunculannya sampai sekarang, filsafat telah memiliki fungsi dalam kehidupan sosial.
5. Filsafat dapat menggerakkan pertanyaan-pertanyaan umum dan mendasar tentang pokok-pokok permasalahan tertentu

HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN ILMU

Sebelum ke poin-poin tertentu saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ‘filsafat’ dan ‘ilmu’ di sini (karena keduanya tentu saja berbeda). Filsafat adalah ilmu (dalam tanda kutip) yang mempelajari eksistensi (perwujudan) dalam bentuk umum, pokok pembahasan umum, universalitas, pokok pemikiran yang semuanya bersandar pada metodologi akal. Sedangkan yang dimaksud dengan ilmu di sini yaitu ilmu-ilmu parsial yang mempelajari pokok-pokok pembahasan yang sudah dibuktikan dengan percobaan dan eksperimen.

Terlepas dari gejolak antara filsafat dan ilmu dalam sejarahnya, faktanya ilmu tidak mungkin terpisahkan dari filsafat. Hal tersebut disebabkan beberapa poin berikut:
1. Filsafat berperan dalam menyingkap karakter akal yang diperlukan ilmu dalam membantu mencermati berbagai kejadian alam dan eksperimen
2. Dari sisi bukti dan dalil, filsafat membantu para ilmuwan dalam menyingkap orisinalitas kebenaran dan hukum-hukum akal beserta karakteristiknya
3. Filsafat membantu menunjukkan metode-metode tertentu yang relevan bagi ilmu dan pokok pembahasannya

Berikut adalah sisi pertemuan antara filsafat dengan ilmu:
1. Keduanya sama-sama harus bersandar pada 'aturan pemikiran' karena hal tersebut merupakan ciri umum antara keduanya
2. Keduanya haruslah berjalan pada kebebasan akal dan pemikiran tanpa tunduk pada kekuasaan tertentu
3. Keduanya sama-sama berada pada tingkat pemikiran di atas standar, yang membedakannya dari pemikiran-pemikiran orang-orang awam
4. Tujuan filsafat dan ilmu adalah untuk menyingkap kebenaran

Meski begitu terdapat beberapa perbedaan antara keduanya: 
1. Dari sisi pokok pembahasan, ilmu cenderung membahas kumpulan pengetahuan tertentu hingga terbentuk prinsip-prinsip tertentu. Sedangkan filsafat lebih kepada pembahasan segala sesuatu yang mana akal manusia masih mampu untuk membahasnya dan mendiskusikannya.
2. Dari sisi tujuan, ilmu berusaha mengetahui sifat-sifat fenomena alam maupun masyarakat untuk sampai pada terbentuknya sebuah hukum-hukum dan prinsip-prinsip tertentu yang mengatur fenomena-fenomena tersebut. Adapun filsafat berusaha mempelajari fenomena-fenomena untuk sampai pada hakikat kebenaran kubro (kebenaran substansial).
3. Dari sisi metodologi, metodologi ilmu berjalan di atas prinsip eksplorasi, investigasi dan eksperimen. Sedangkan metodologi filsafat lebih kepada prinsip analitik yang bersandar pada akal.
4. Dari sisi final result, hasil daripada ilmu lebih bersifat parsial eksperimental. Sedangkan sifat hasil dari filsafat lebih kepada universal intelektual.

Komentar